<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yuli Imut  Blog</title>
	<atom:link href="http://yuliimut.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuliimut.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Mar 2011 14:28:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yuliimut.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yuli Imut  Blog</title>
		<link>http://yuliimut.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yuliimut.wordpress.com/osd.xml" title="Yuli Imut  Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yuliimut.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengembangan Konten di Era Web 2.0</title>
		<link>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/pengembangan-konten-di-era-web-2-0/</link>
		<comments>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/pengembangan-konten-di-era-web-2-0/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 14:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliimut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Saya]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Softskill]]></category>
		<category><![CDATA[World Friend Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliimut.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Pada seminar kecil yang diadakan Kementrian Negara Riset dan Teknologi (RISTEK) tanggal 11 April 2008, saya mendapat kesempatan untuk menyampaikan bahasan tentang konten dan bagaimana pengelolaan konten di era dan paradigma baru yaitu Web 2.0. Materi diskusi seputar pengertian tentang konten, masalah publikasi konten di Internet, aplikasi untuk mengelola konten, strategi pengembangan konten dan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=54&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="content-tech-com.gif" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/04/content-tech-com.gif" alt="content-tech-com.gif" hspace="5" align="right" />Pada seminar kecil yang diadakan Kementrian Negara Riset dan Teknologi (RISTEK) tanggal 11 April 2008, saya mendapat kesempatan untuk menyampaikan bahasan tentang konten dan bagaimana pengelolaan konten di era dan paradigma baru yaitu Web 2.0. Materi diskusi seputar pengertian tentang konten, masalah publikasi konten di Internet, aplikasi untuk mengelola konten, strategi pengembangan konten dan yang terakhir tentang content monetizing. Diskusi menarik karena dihadiri oleh pak Idwan Suhardi (Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek), pak Engkos Koswara Natakusumah (Staf Ahli Menteri Negara Ristek Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi), pak Kemal Prihatman (Asdep Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi), dan pak Agus Sediadi. Tertarik? Ikuti tulisan ini …</p>
<p>Saya mencoba mengkompilasi jenis atau ragam konten menjadi sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><strong>Berdasarkan Media</strong>
<ol>
<li><em>Text-based Content</em>: Konten berbasis text seperti yang ada di wikipedia.org, ilmukomputer.com, dsb. Konten berbasis text lebih cepat dibuat dan dipublish melalui Internet karena relatif secara ukuran file juga lebih kecil.</li>
<li><em>Multimedia-based Content</em>: Konten berbasis multimedia, baik itu multimedia linier (seperti film dan video yang berjalan sekuensial dan garis lurus) maupun multimedia interaktif (seperti multimedia pembelajaran yang memungkinkan kita menggunakan mouse, keyboard untuk mengoperasikannya). Konten berbasis multimedia relatif lebih memerlukan waktu dan cost dalam pembuatan maupun publikasinya di Internet, dikarenakan ukuran filenya yang relatif besar.</li>
</ol>
</li>
<li><strong>Berdasarkan Tingkat Kemanfaatan</strong>
<ol>
<li><em>Data</em>: Sesuatu yang tidak membawa arti, bersifat mentah dan merupakan kumpulan dari fakta-fakta tentang suatu kejadian. Bisa juga merupakan suatu catatan terstruktur dari suatu transaksi, dan boleh dikatakan materi penting dalam membentuk informasi.</li>
<li><em>Informasi</em>: Kompilasi dari data. Informasi memiliki arti, relevansi dan juga tujuan. Transformasi data menjadi informasi adalah dengan menambahkan “nilai“. Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sesuatu yang membawa arti</li>
<li><em>Pengetahuan</em>: Gabungan dari suatu pengalaman, nilai, informasi kontekstual dan juga pandangan pakar yang memberikan suatu framework untuk mengevaluasi dan menciptakan pengalaman baru. Bisa berupa solusi pemecahan suatu masalah, petunjuk suatu pekerjaan dan ini bisa ditingkatkan nilainya, dipelajari dan juga bisa diajarkan kepada yang lain.</li>
<p>Saya memberikan penjelasan beserta contoh yang menarik bagaimana sebuah transformasi dari data-informasi-pengetahuan bisa terjadi, dan bahkan transformasi berikutnya dari pengetahuan sebenarnya adalah wisdom (kebijakan). Saya juga akan bahas masalah ini secara mendetail di posting lainnya.</ol>
</li>
<li><strong>Berdasarkan Lisensi</strong>
<ol>
<li><em>Open Content</em>: Segala jenis hasil kerja kreatif yang dipublikasikan dalam suatu format (lisensi) yang memungkinkan pihak lain (individu, perusahaan, organisasi) untuk memperbanyak dan memodifikasi informasi didalamnya. Hak cipta dalam open content tetap ada, tapi lisensi memungkinkan orang lain bebas untuk menggunakan dan memodifikasinya. Jenis lisensi open content diantaranya adalah: GNU Free Documentation License (GFDL), Creative Common License, Open Content License (OPL) dan Open Directory License (ODL).</li>
<li><em>Proprietary Content</em>: Segala jenis hasil kerja kreatif yang dipublikasikan dalam suatu format (lisensi) dengan berbagai batasan dalam penggunaan, modifikasi, atau memperbanyak. Lisensi proprietary content biasanya dalam bentuk royalti (uang) ke pemilik hak ciptanya. Perlu dicatat bahwa meskipun sebuah proprietary content menyatakan sebuah produk adalah free content, tapi belum tentu produk itu free for (redistribute) atau free for modify.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Diskusi berikutnya adalah tentang mengapa kita harus melakukan publikasi konten di Internet. Beberapa alasan yang saya beri adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Pengguna Internet di dunia sangat besar, mencapai lebih dari 1 miliar. Pengguna Internet di Indonesia mencapai 20 juta. Ini media tempat publikasi konten yang sangat menarik dan tidak ada satupun media massa beroplah melebihi 20 juta. Internet adalah kekuatan yang mendatarkan dunia kata Thomas Friedman. Intinya publikasi di Internet adalah cara murah, mudah, cepat dan gratis dalam melakukan menyebarkan informasi ke masyarakat.</li>
<li>Menurut The Internet Economy Indicator (2000), nilai ekonomi internet tercatat sangat besar (lebih dari 850 miliar dollar). Angka ini mengalahkan nilai ekonomi dari Asuransi (724 miliar dolar) dan Kendaraan (728 miliar dolar), yang beberapa dekade sebelumnya mengalami masa kejayaan. Sayangnya tiap tahun lebih dari 100 miliar nilai ekonomi Internet disumbangkan oleh bisnis pornografi. Tentu selain berharap cipratan dari nilai ekonomi yang besar ini, kita tentu punya motivasi lebih untuk mewarnai konten-konten Internet dengan konten-konten mendidik, sehat dan berguna untuk seluruh masyarakat di Indonesia.</li>
<li>Internet mengubah kultur masyarakat di dunia, baik dalam mencari sumber informasi baik berupa referensi research, berita, lowongan kerja (google.com), maupun kultur dalam sosial networking (friendster.com, facebook.com). Karena itulah sering disebut Content is the King di era Web 2.0, karena dengan content kita bisa mengubah dan men-drive kultur masyarakat, mau kita jadikan baik atau buruk.</li>
<li>Internet memungkinkan individu atau sekelompok kecil orang melakukan perubahan di dunia ini. Ini sesuai dengan teori  globalisasi versi 3 yang dikatakan oleh Thomas Friedman, dimana yang melakukan perubahan di dunia ini bukan lagi negara (globalisasi versi 1), perusahaan (globalisasi versi 2), tapi adalah indvidu dan kelompok-kelompok kecil. Teori ini diamini oleh majalah Time yang memberi penghargaan kepada siapapun, individu-individu yang melakukan sharing knowledge di Internet dan juga para kontributor dari layanan user-generated content sebagai Time’s Person of the Year. Ini yang sering disebut Open is the King. Keterbukaan, sharing dan discussion adalah keyword penting dalam publikasi konten di Internet.</li>
</ul>
<p>Bagaimana pengelolaan kontent berbasis Web 2.0, nah ini saya bahas di materi diskusi berikutnya. Yang pertama saya mencoba mengenalkan secara gampang makhluk apa itu Web 2.0.</p>
<p>Web 2.0  adalah tren yang digunakan pada teknologi WWW dan web desain yang bertujuan untuk memfasilitasi kreatifitas dalam sebuah komunitas berbasis web: sharing informasi, sindikasi informasi, dan kolaborasi atau diskusi antar pengguna. Karakteristik utama dari Web 2.0 adalah user-generated content, artinya kita mencoba membuat sebuah layanan yang pengguna kita ikut serta dalam mengisi kontennya. Perlu dicatat bahwa sebagian besar pengelolaan konten di Internet menuju ke Web 2.0.</p>
<p>Contoh layanan dan aplikasi yang berbasis Web 2.0 adalah:</p>
<ul>
<li>
<div><strong>Social Networking</strong>: friendster.com, facebook.com</div>
</li>
<li>
<div><strong>Wikis</strong>: wikipedia.org</div>
</li>
<li>
<div><strong>Maps</strong>: maps.google.com, wikimapia.com</div>
</li>
<li>
<div><strong>File</strong>: rapidshare.com, 4shared.com, gudangupload.com</div>
</li>
<li>
<div><strong>Blogs</strong>:</div>
<ol>
<li>
<div><em>Text</em>: wordpress.com, blogspot.com, multiply.com</div>
</li>
<li>
<div><em>Foto</em>: flickr.com</div>
</li>
<li>
<div><em>Video</em>: youtube.com</div>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p>Layanan seperti diatas bisa kita bangun sendiri dengan memanfaatkan Content Management System (CMS) opensource diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li>
<div><strong>Blog</strong>: WordPress.org</div>
</li>
<li>
<div><strong>eLearning</strong>: Atutor.ca, Moodle.org</div>
</li>
<li>
<div><strong>Portal</strong>: Joomla, Drupal</div>
</li>
<li>
<div><strong>eCommerce</strong>: osCommerce, Zen Cart</div>
</li>
<li>
<div><strong>Groupware</strong>: phpGroupware, aCollab</div>
</li>
<li>
<div><strong>Forum</strong>: phpBB, iceBB</div>
</li>
<li>
<div><strong>Image Gallery</strong>: phpWebGallery, Coppermine</div>
</li>
<li>
<div><strong>Wiki</strong>: Dokuwiki, Mediawiki, pmWiki</div>
</li>
</ul>
<p>Di sesi terakhir saya membahas tentang strategi pengembangan konten, ini sebagian merupakan rangkuman dari apa yang saya tulis di posting berjudul teknik membangun komunitas maya dan mengenal bisnis di Internet. Formulasi content development strategy saya visualisasikan secara mudah dan saya sebut dengan <strong>IS</strong>e<strong>S</strong>o<strong>SBI </strong>= <strong>I</strong>dentification – <strong>Se</strong>gmentation – <strong>So</strong>lution – <strong>S</strong>elling – <strong>B</strong>randing – <strong>I</strong>nnovation. Animasi di bawah mudah-mudahan bisa memperjelas uraian saya.</p>
<div><img title="isesosbi.gif" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2007/05/isesosbi.gif" alt="isesosbi.gif" /></div>
<p>Pertanyaan mungkin datang dari teman-teman, mengapa RISTEK harus memperhatikan masalah layanan konten dan Web 2.0 ini? RISTEK memiliki banyak agenda berhubungan dengan content development, termasuk didalamnya kegiatan-kegiatan sosialiasi Iptek ke masyarakat seperti dalam project Warintek, Teknologi Tepat Guna, IGOS, dsb. Tentu sangat menarik apabila berbagai kegiatan RISTEK ini mengadopsi kultur Web 2.0 sehingga distribusinya lebih cepat, efektif dan manfaatnya dapat dinikmati masyarakat Indonesia di manapun berada.</p>
<p>http://romisatriawahono.net/2008/04/21/pengembangan-konten-di-era-web-20/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliimut.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliimut.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliimut.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliimut.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliimut.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliimut.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliimut.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliimut.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliimut.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliimut.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliimut.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliimut.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliimut.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliimut.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=54&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/pengembangan-konten-di-era-web-2-0/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0caf1245d97af5df800ed4513e6fb5ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliimut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/04/content-tech-com.gif" medium="image">
			<media:title type="html">content-tech-com.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2007/05/isesosbi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">isesosbi.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tren Konten Internet di Indonesia 2009</title>
		<link>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/tren-konten-internet-di-indonesia-2009/</link>
		<comments>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/tren-konten-internet-di-indonesia-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 14:27:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliimut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Saya]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Softskill]]></category>
		<category><![CDATA[World Friend Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliimut.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Tentu bukanlah hal yang mudah memprediksi secara tepat tren konten dan layanan yang akan ramai menghiasi Internet di tahun 2009. Apalagi kalau kita khususkan untuk Indonesia, jujur saja sulit mencari data yang valid untuk kita analisa. Saya mencoba menggabungkan tiga pendekatan, melalui analisa fenomena yang mulai muncul di penghujung tahun 2008, tren strategis computing di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=52&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="internetstatistics" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2009/02/internetstatistics.jpg" alt="internetstatistics" /></p>
<p>Tentu bukanlah hal yang mudah memprediksi secara tepat tren konten dan layanan yang akan ramai menghiasi Internet di tahun 2009. Apalagi kalau kita khususkan untuk Indonesia, jujur saja sulit mencari data yang valid untuk kita analisa. Saya mencoba menggabungkan tiga pendekatan, melalui analisa fenomena yang mulai muncul di penghujung tahun 2008, tren strategis <em>computing</em> di tahun 2009 menurut <em>Gartner</em>, dan data pergerakan tingkat kunjungan (<em>traffic ranking</em>) ke Internet dari Indonesia berdasarkan perhitungan <em>Alexa</em>.</p>
<p><strong>Social Networking</strong>, saya yakin akan tetap menjadi jenderal layanan dan konten Internet di Indonesia. <em>Booming</em> Friendster.com di kalangan pelajar dan mahasiswa pada empat tahun terakhir, telah menempatkan Indonesia sebagai pemilik account Friendster nomor tiga sedunia. Melihat tren penghujung tahun 2008, ada kemungkinan layanan <em>social networking</em> akan sedikit bergeser ke Facebook.com. Brand Facebook yang lebih dewasa dan lebih kaya dengan aplikasi, membawa tantangan baru bagi mantan maniak <em>Friendster</em> untuk lebih banyak bereksperimen. Fenomena menarik bahwa undangan acara workshop, seminar sampai acara pernikahan juga sudah mulai bergeser dari mailing list dan email ke Facebook. Social networking juga termasuk teknologi strategis yang selalu muncul dalam prediksi <em>Gartner</em> di tahun 2007-2009. Dukungan aplikasi <em>social networking</em> yang berjalan di handheld, baik handphone maupun PDA, termasuk blackberry dengan kemampuan <em>push mail</em> dan <em>messenger</em>-nya, akan semakin menambah mapan kultur baru social networking di Indonesia. <em>Top 100 Tr</em><em>affic Ranking</em> versi Alexa dengan pilihan wilayah negara Indonesia masih menempatkan layanan<em> social networking</em> pada rangking-rangking atas, meskipun secara jumlah masih kalau dengan layanan <em>file repository</em>.</p>
<p><img title="indonesiatop100sites-550" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2009/02/indonesiatop100sites-550.jpg" alt="indonesiatop100sites-550" width="500" height="326" /></p>
<p>Tren <strong>Blogging</strong> di tahun 2009 saya duga akan berubah, khususnya dalam kualitas konten. Blog yang di era awal kemunculan banyak didominasi konten teknis di bidang komputer, seperti kita ketahui kemudian bergeser ke jurnalisme warga (<em>citizen journalism</em>) yang membahas berbagai hal tentang kehidupan. Konten blog sempat sedikit kehilangan arah, ketika banyak anak muda yang dengan cara instan ingin mendapatkan uang lewat bisnis di internet. Blog dipakai untuk tempat <em>copy-paste</em> artikel dari tempat lain, sekedar memenuhi syarat dasar bisa dipasang program <em>advertising</em> dan <em>affiliate</em>. Dengan maraknya kompetisi dan lomba blog baik level nasional maupun internasional, saya yakin ikut membantu meningkatkan kualitas konten blog, dan tentu semakin menarik kalau arahnya ke konten pendidikan. Apresiasi perlu kita berikan kepada Departemen Pendidikan Nasional lewat Pustekkom yang memberikan penghargaan eLearning Award bagi blog yang sifatnya edukatif. Demikian juga untuk Seamolec yang mengadakan lomba blog untuk level SD, SMP dan SMA.  Tren <em>blogging</em> di penghujung akhir tahun 2008 banyak yang mengarah ke personal branding. Ini fenomena positif dan strategi cerdas, karena Internet dengan total pengguna di dunia mencapai 1,5 miliar dan di Indonesia lebih dari 25 juta, adalah pasar besar. Jumlah pengguna Internet hanya bisa dikalahkan oleh TV yang mencapai jumlah pengguna 40 juta di Indonesia.</p>
<p>Bagaimana nasib <strong>Internet Business</strong> di Indonesia? Dukungan <em>payment gateway</em> yang sangat terkenal yaitu Paypal.com, yang memungkinkan penarikan uang via bank di Indonesia sejak awal tahun 2008, akan menambah marak tren <strong>Internet Business</strong> di Indonesia pada tahun 2009. Kehadiran payment gateway akan mempermudah dan mempercepat proses transaksi <em>e-Commerce</em> dengan menggunakan kartu kredit. Selama ini kita mendapatkan kendala berupa kerumitan dan kelambatan implementasi <em>e-Commerce</em> karena kita menggunakan cara manual transfer dana ke rekening bank dalam proses pembayaran. Semakin sadarnya para pelaku bisnis di internet khususnya yang mengikuti program publisher iklan, mudah-mudahan bisa membawa ke arah peningkatan kualitas konten. Jadi tidak melulu menyebar sampah berupa situs tidak bermanfaat, hanya karena mengejar ambisi meningkatkan jumlah situs yang bisa dipasangi iklan. Kreatifitas maya yang orisinal, antikerumunan dan ada di jalur samudera biru (<em>blue ocean</em>), diharapkan bisa muncul di Indonesia pada tahun 2009.</p>
<p>Mesin pencari (<strong>search engine</strong>) akan semakin merasuk sebagai kultur pencarian masyarakat Indonesia pada tahun 2009. Tidak hanya untuk mencari informasi seperti yang selama ini kita lakukan, tapi juga ketika universitas atau perusahaan mencari seorang dosen, nara sumber, pembicara seminar, konsultan, dsb. Kultur pencarian akan <em>match</em> dengan kultur <em>personal branding</em> yang kita lakukan di internet lewat blogging. Seiring dengan tren ini, di tahun 2009 saya pikir akan banyak para professional yang menggunakan teknik <em>Search Engine Optimization</em> (<em>SEO</em>) alias mengoptimisasi mesin pencari untuk tujuan karir dan marketing diri.</p>
<p>Yang terakhir, bagaimanapun juga <em>file repository</em> dengan koleksi ebook, software, musik, video tetap menjadi layanan favorit. Jumlah penyedia layanan file repository yang muncul di <em>Top 100 Traffic Ranking Alexa</em> wilayah Indonesia juga mengagumkan, karena jumlahnya sangat mendominasi. <em>File repository </em>bahkan secara kuantitas mengalahkan layanan entertainment dan situs-situs dewasa (pornografi), yang mudah-mudahan bukan lagi layanan yang mendominasi Internet Indonesia di tahun 2009 ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliimut.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliimut.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliimut.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliimut.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliimut.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliimut.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliimut.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliimut.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliimut.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliimut.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliimut.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliimut.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliimut.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliimut.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=52&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/tren-konten-internet-di-indonesia-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0caf1245d97af5df800ed4513e6fb5ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliimut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2009/02/internetstatistics.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">internetstatistics</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2009/02/indonesiatop100sites-550.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indonesiatop100sites-550</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Science 2.0 dan Paradigma Baru Research Life Cycle</title>
		<link>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/science-2-0-dan-paradigma-baru-research-life-cycle/</link>
		<comments>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/science-2-0-dan-paradigma-baru-research-life-cycle/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 14:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliimut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Saya]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Softskill]]></category>
		<category><![CDATA[World Friend Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliimut.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Science 2.0? makhluk apalagi nih?  Ini adalah tema bahasan yang saya angkat untuk seminar yang diadakan oleh Pusat Penelitian Politik (P2P), Lembaga Ilmu Pengetahuan indonesia (LIPI) tanggal 10 Desember 2009. Seminar mengambil tema Dilema Antara Hak Kekayaan Intelektual dan Penyebaran Ilmu Pengetahuan. Saya sempatkan menyusun makalah ilmiah secara lengkap untuk memberikan gambaran komprehensif tentang Science 2.0. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=50&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="science2" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2009/12/science2.jpg" alt="science2" width="450" height="295" /></p>
<p>Science 2.0? makhluk apalagi nih?  Ini adalah tema bahasan yang saya angkat untuk seminar yang diadakan oleh Pusat Penelitian Politik (P2P), Lembaga Ilmu Pengetahuan indonesia (LIPI) tanggal 10 Desember 2009. Seminar mengambil tema <em>Dilema Antara Hak Kekayaan Intelektual dan Penyebaran Ilmu Pengetahuan</em>. Saya sempatkan menyusun makalah ilmiah secara lengkap untuk memberikan gambaran komprehensif tentang Science 2.0. Makalah lengkap bisa didownload lewat link di bagian akhir tulisan ini.</p>
<p>Web 1.0 bergerak menjadi Web 2.0, yang intinya memberi hak pengguna untuk berpartisipasi aktif  (O’Reilly, 2004) (O’Reilly, 2005). Perkembangan Web 2.0 ternyata kemudian memberi pengaruh ke bidang lain selain bidang computing dan Internet. Hal ini ditandai dengan kemunculan berbagai movement di bidang lain yang membawa ruh dan karakteristik Web 2.0. Identity 2.0, Library 2.0, Law 2.0, Media 2.0, Advertising 2.0, Democracy 2.0, Diplomacy 2.0, dan Government 2.0 (Hinchcliffe, 2006) (Wahono, 2008).</p>
<p><img title="web2" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2009/12/web2.jpg" alt="web2" width="450" height="302" /></p>
<p>Dion Hinchcliffe (Hinchcliffe, 2006) dalam analisanya tidak secara eksplisit menyebutkan istilah Science 2.0. Akan tetapi kita bisa melihat suatu fenomena dimana peneliti semakin banyak yang mempublikasikan tulisan ilmiah, berkolaborasi ide penelitian, melakukan webinar dengan menggunakan fasilitas Web 2.0. Dan inilah yang disebut dengan Science 2.0 (Waldrop, 2008, January). Ilustrasi menarik datang dari Barret (Barret, 2008), yang menggambarkan Science 2.0 seperti pada gambar di awal tulisan ini.</p>
<p>Konsep utama dan permasalahan ide dari Science 2.0, seperti yang dijelaskan oleh Waldrop (Waldrop, 2008, May) adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>
<div>Science 2.0 secara umum merefer ke praktek baru para peneliti yang mempublikasikan hasil eksperimen yang relatif belum matang, teori baru, klaim suatu penemuan dan draft makalah ilmiah melalui Web, blog atau jalur protokol lain (Science 2.0, 2007), supaya bisa dikomentari dengan cepat oleh peneliti lain. Hal ini berbeda dengan konsep Science 1.0 yang mengandalkan kegiatan <em>conference</em> untuk mendapatkan respon dan komentar peneliti lain.</div>
</li>
<li>
<div>Pendukung Science 2.0 sepakat bahwa praktek keterbukaan akses (<em>open access</em>) membuat perkembangan dunia sains lebih kolaboratif dan akhirnya peneliti menjadi lebih produktif</div>
</li>
<li>
<div>Pengkritik Science 2.0 mengatakan bahwa mempublikasikan online penemuan awal dari sebuah penelitian membawa resiko terjadinya plagiat ide dan pelanggaran hak kekayaan intelektual (hak cipta, paten, dsb)</div>
</li>
</ul>
<p>Di luar masalah pro dan kontra, Science 2.0 mulai tumbuh dengan pesat. Kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan, percepatan proses<em> research life cycle</em> (<em>problem finding, discussion, research, and publication</em>) dirasakan oleh para peneliti lebih penting daripada memikirkan administratif legal formal dan hak kekayaan intelektual. Mengapa proses dan siklus penelitian ilmiah (<em>research life cycle</em>) yang ada saat ini dirasakan bermasalah? Jawaban dari pertanyaan ini ada pada beberapa pemikiran di bawah:</p>
<ul>
<li>
<div>Model publikasi ilmiah yang ada saat ini sangat-sangat lambat. Paper dari journal ilmiah terbaru yang ada saat ini boleh dikatakan telah berumur setengah sampai dua tahun. Hal ini karena proses<em> research life cycle</em> yang tidak lancar.</div>
</li>
<li>
<div>Hanya ada satu level diseminasi informasi, yaitu peer-reviewed alias proses review dari makalah untuk jurnal ilmiah atau conference. Proses review ini sangat memakan waktu, terlebih lagi untuk jurnal ilmiah dan conference yang memiliki<em> impact factor</em> tinggi</div>
</li>
<li>
<div>Pendekatan publikasi yang ada saat ini tidak mendorong adanya <em>feedback</em> terbuka dan review hasil penelitian</div>
</li>
<li>
<div>Makalah yang dipublikasikan di jurnal dan conference, sering tidak memiliki kelengkapan informasi yang memadai, sehingga hasil penelitian tidak bisa digunakan kembali oleh pihak lain</div>
</li>
<li>
<div>Makalah di jurnal ilmiah diperbaiki dan ditentukan formatnya dengan tujuan untuk dicetak.</div>
</li>
<li>
<div>Penyebaran informasi lewat jalur darat (<em>offline</em>) tidak memungkinkan lagi apabila kita ingin mendapatkan hasil yang maksimal, menjangkau wilayah luas dengan biaya yang murah</div>
</li>
</ul>
<p>Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi, apabila kita analisa dari berbagai pengalaman penerapan Science 2.0 yang disajikan pada makalah ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa proses penelitian secara alami akan menuju ke Science 2.0. Masalah pelanggaran hak kekayaan intelektual tentu harus tetap diperhatikan, meskipun kita bisa gunakan berbagai teknologi dan strategi untuk mencegah dan memberi <em>punishment</em> terhadap pelaku pelanggaran hak kekayaan intelektual. Manfaat besar yang dirasakan peneliti ketika menerapkan konsep Science 2.0, khususnya berhubungan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, akan membuat Science 2.0 adalah pilihan terbaik bagi peneliti.</p>
<p><strong>REFERENSI</strong></p>
<p>Barrett, R. (2008). <em>Science 2.0: You Say You Want A Revolution</em>. Howard Hughes Medical Institute (HMMI) Bulletin .<br />
Hinchcliffe, D. (2006). <em>The Web 2.0 Revolution Spawns Offshoots…</em> Social Computing Journal .<br />
O’Reilly, T. (2005). <em>What is Web 2.0: Design Patterns and Business Models for the Next Generation of Software</em>. O’Reilly Media (http://oreilly.com/web2/archive/what-is-web-20.html).<br />
O’Reilly, T., &amp; Battelle, J. (2004). <em>Opening Welcome: State of the Internet Industry</em>. Web 2.0 Conference. San Francisco: Media Live International and O’Reilly Media.<br />
<em>Science 2.0</em>. (2007, 10 30). Retrieved 12 3, 2009, from Open Wet Ware – Share Your Science: http://openwetware.org/wiki/Science_2.0/Brainstorming<br />
Wahono, R. S. (2009). <em>eContent, HKI dan eCheating</em>. IDLN Meeting 2009. Bandung: Institut Teknologi Bandung (ITB).<br />
Wahono, R. S. (2008). <em>Pengelolaan Konten di Era Web 2.0</em>. Seminar Pengelolaan Konten dan Sharing Informasi. Jakarta: Kementrian Negara Riset dan Teknologi (RISTEK).<br />
Waldrop, M. (2008, January). <em>Science 2.0 – Great New Tool, or Great Risk?</em> Scientific American Magazine .<br />
Waldrop, M. (2008, May). <em>Science 2.0 – Is Open Access Science the Future?</em> Scientific American Magazine .</p>
<p>http://romisatriawahono.net/2009/12/07/science-2-0-dan-paradigma-baru-research-life-cycle/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliimut.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliimut.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliimut.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliimut.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliimut.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliimut.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliimut.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliimut.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliimut.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliimut.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliimut.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliimut.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliimut.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliimut.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=50&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/science-2-0-dan-paradigma-baru-research-life-cycle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0caf1245d97af5df800ed4513e6fb5ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliimut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2009/12/science2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">science2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2009/12/web2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">web2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>20 Gaya Posting Blog</title>
		<link>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/20-gaya-posting-blog/</link>
		<comments>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/20-gaya-posting-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 14:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliimut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Saya]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Softskill]]></category>
		<category><![CDATA[World Friend Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliimut.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Kebetulan hari ahad kemarin (7 Maret 2010) diminta mas Vavai, atas nama teman-teman komunitas blogger bekasi untuk ngisi acara Amprokan Blogger 2010. Yang pasti Amprokan Blogger 2010 ini acara seru sekali. Saya salut dengan kegigihan panitia yang berhasil meng-arrange acara, yang mensinergikan acara komunitas dengan kegiatan pemerintah pusat dan daerah. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut ke tahun-tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=48&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="blogstyle" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2010/03/blogstyle-300x146.jpg" alt="" width="243" height="146" />Kebetulan hari ahad kemarin (7 Maret 2010) diminta mas Vavai, atas nama teman-teman komunitas blogger bekasi untuk ngisi acara Amprokan Blogger 2010. Yang pasti Amprokan Blogger 2010 ini acara seru sekali. Saya salut dengan kegigihan panitia yang berhasil meng-<em>arrange</em> acara, yang mensinergikan acara komunitas dengan kegiatan pemerintah pusat dan daerah. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut ke tahun-tahun berikutnya … Amiiiin :)  Saya satu sesi bareng mas Budi Putra dan mas Mabrur, meskipun akhirnya berbeda topik hihihi. Baru konfirmasi harus ngisi tentang apa dengan mas Vavai sekitar pukul 11 malam sebelumnya. Sebenarnya tema besarnya tentang <em>Green Cyber City</em>, hanya jujur, lagi nggak pengen ngomongin yang sulit-sulit  Akhirnya saya bawakan tema diskusi masalah virus “ogah posting” yang melanda para blogger akhir-akhir ini. Virus yang menggerogoti produktifitas para blogger ini di satu sisi memang buruk, tapi di sisi lain sebenarnya ada hikmahnya, karena blogger ingin menjaga kualitas tulisannya. Tapi tentu antibiotiknya harus segera kita siapkan, khususnya bagi blogger yang sudah masuk ke fase kritis dan berslogan ”mending ga usah nulis, daripada nulis ga berkualitas”</p>
<p>Ada banyak gaya nulis posting blog yang bisa kita kombinasikan di posting blog kita, tanpa mengorbankan karakter dan brand blog kita. Sekali lagi harap dipahami, yang saya bahas adalah gaya postingan blog, dan bukan jenis, genre atau topik artikel blog. Gaya postingan tidak akan mengubah karakter dan topik bahasan blog kita, hanya membuat variasi untuk mempertahankan “kekuatan” nulis kita  Tulisan saya olah dan adaptasi dari presentasi menarik Rohit Bhargava berjudul 25 Basic Styles of Blogging yang dibuat di sekitar tahun 2007.</p>
<p>Saya rangkumkan bahwa ada sekitar 20 gaya posting blog yang bisa kita gunakan pada blog kita. Supaya tidak bingung memahami tips yang ada pada tiap gaya, penjelasannya adalah seperti berikut:</p>
<ol>
<li>
<div><strong>Maksimal Posting Per Pekan</strong>: Jumlah maksimal posting artikel per pekan yang dianjurkan, supaya orang tidak menjadi bosan (1, 2, 3,4,5+)</div>
</li>
<li>
<div><strong>Popularitas</strong>: Tingkat  popularitas dari gaya posting blog ini (1-5)</div>
</li>
<li>
<div><strong>Kesulitan</strong>: Tingkat kesulitan membuat artikel dengan gaya posting blog ini (mudah, sedang, sulit)</div>
</li>
</ol>
<p>Okeh, kita mulai yuk  Oh ya, apabila tertarik dengan presentasi (slide) yang saya bawakan pada acara Amprokan Blogger 2010, bisa didownload di akhir artikel ini. Posting ini adalah rangkuman dari apa yang saya tulis di slide, contoh-contoh nyata gaya posting blog beserta detail tipsnya dapat dipelajari melalui slide dalam format PDF.</p>
<ol>
<li><strong>Insight Bloggingg</strong>: Membagi ide orisinil, pemikiran yang mendalam, trend dan komentar tentang suatu topik. Termasuk gaya ngeblog yang paling sulit dilakukan. Boleh memposting lebih dari lima kali sepekan dan tingkat popularitasnya juga tinggi (4). Meskipun harus dipahami bahwa tingkat kesulitannya adalah sangat tinggi (sulit).</li>
<li><strong>Ambition Blogging</strong>: Tujuan posting untuk mencapai suatu ambisi dan cita-cita yang diinginkan. Biasanya posting ditujukan untuk para pembuat keputusan. Karena tingkat kesulitan menulisnya relatif rendah dan demikian juga dengan popularitasnya, maka sebaiknya tidak memposting lebih dari satu artikel per pekan.</li>
<li><strong>PiggyBack Blogging</strong>: Posting tentang suatu topik yang sedang populer  dan ramai ditampilkan di  media massa. Bentuknya bisa opini, kajian analisa, dsb. Dengan tingkat kesulitan sedang dan popularitas yang lumayan (3), maka berburu posting seperti ini mungkin pilihan yang menarik bagi blogger yang tulisannya sedikit dikomentari orang</li>
<li><strong>Life Blogging</strong>: Disebut juga dengan reality blogging. Posting tentang cerita nyata yang terjadi pada kehidupan kita sehari-hari. Relatif mudah dilakukan, meskipun popularitasnya sedang (2). Jumlah postingan dengan gaya ini boleh lebih dari lima kali sepekan.</li>
<li><strong>Brand Blogging</strong>: Posting tentang atribut positif dari suatu brand, personal atau produk (inside look). Bisa juga berupa asosiasi individu dengan suatu brand baik sifatnya official atau unofficial. Harus hati-hati disikapi, meskipun tampak menggoda, dan boleh dilakukan lebih dari lima kali sepekan, tapi popularitasnya relatif rendah (2)</li>
<li><strong>Detractor Blogging</strong>: Posting tentang rasa tidak suka, komplen terhadap suatu layanan, produk atau brand. Biasanya karena blogger mendapatkan pengalaman buruk ketika menggunakan layanan, produk dan brand tersebut. Meskipun tingkat popularitas lumayan tinggi (3), tapi harap diingat untuk tidak melakukan posting dengan gaya ini sepekan lebih dari satu kali. Saya sendiri hanya pernah melakukan empat kali posting dalam kehidupan blogging saya. Terlalu vulgar melakukan detractor blogging akan membuat kita berhadapan dengan pasal 27 UU ITE</li>
<li><strong>Annoucement Blogging</strong>: Posting berupa suatu berita, pengumuman atau isu besar yang tidak diketahui umum sebelumnya. Efek maksimum akan diperoleh apabila kita menjadi penyebar berita yang pertama tentang isu tersebut. Meskipun termasuk posting yang sangat sulit khususnya mendapatkan timingnya, tapi termasuk yang kadang harus kita kejar karena tingkat popularitasnya yang aduhai banget (5)</li>
<li><strong>Link Blogging</strong>: Posting berupa koleksi link situs, blog atau konten lain yang dibutuhkan oleh pembaca. Apabila kita berhasil menyajikan link yang sangat dibutuhkan oleh pembaca kita, maka url posting kita ini akan dibookmark dan disimpan oleh pembaca kita. Kesulitannya lumayan, tapi popularitasnya relatif tinggi</li>
<li><strong>Video Blogging</strong>: Posting berupa video orisinil yang dibuat sendiri. Bisa juga dengan meletakkan video di YouTube, dibuatkan linknya di posting blog kita dan kita beri komentar dan analisa yang menarik. Popularitas tergantung dari kualitas video dan komentar yang kita sampaikan.</li>
<li><strong>Photo Blogging</strong>: Posting yang utamanya berisi hasil jepretan foto. Foto biasanya berbentuk seri yang kita ambil langsung dari kamera kita. Bisa diberi tambahan komentar di posting ataupun hanya foto saja. Tingkat kesulitan lebih rendah daripada Video Blogging, tapi popularitasnya relatif sama. Cocok untuk menambal kebosanan pembaca kita yang sudah terbiasa membaca artikel yang berbentuk text di blog kita.</li>
<li><strong>Review Blogging</strong>: Opini dan review yang jujur dari kita mengenai suatu produk atau layanan. Bisa karena adanya permintaan, bayaran, atau inisiatif kita pribadi. Posting yang relatif mudah dilakukan, tapi popularitasnya lumayan. Termasuk posting yang harus sering kita kejar</li>
<li><strong>Evangelist Blogging</strong>: Tujuan untuk menginspirasi orang lain supaya percaya terhadap sesuatu yang kita percayai. Sesuatu itu bisa berupa masalah sosial, organisasi, produk atau individu yang kita percayai. Akan lebih dahsyat lagi apabila inspirasi dan ajakan dilandasi kajian yang semi ilmiah</li>
<li><strong>List Blogging</strong>: Posting berupa rangking 10 besar (top ten) atau semacamnya tentang suatu hal. Posting biasanya akan di bookmark dan disebarluaskan oleh pembaca blog kita. Dengan kesulitan sedang dan maksimal posting boleh lebih dari lima kali per pekan, termasuk yang mungkin harus sering kita buat. Apalagi kalau melihat tingkat popularitasnya yang tinggi (5). Bisa dimulai dengan merangking sesuatu yang sederhana dan parameter penilaian yang mudah.</li>
<li><strong>Survey Blogging</strong>: Posting berupa survey yang kita harapkan dijawab oleh pembaca blog kita. Survey bisa menggunakan plugin polling atau kita minta pembaca langsung menjawab di kolom komentar blog kita. Popularitasnya tinggi (4) dan mungkin relatif mudah kita lakukan bila kita menggunakan plugin polling. Bisa dimulai dengan membuat survey sederhana tentang aktifitas kita, buku yang kita baca, rumah yang ideal atau sesuatu yang sedang trend di masyarakat.</li>
<li><strong>Repost Blogging</strong>: Mengambil tulisan atau posting dari blog atau situs lain dan memposting di blog kita. Biasanya dengan diberi komentar tambahan atau hanya copas habis-habisan. Termasuk yang selalu saya hindari dalam ngeblog dan memang sebaiknya tidak kita lakukan karena akan menurunkan brand blog kita.</li>
<li><strong>Guest Blogging</strong>: Menulis artikel yang dipublish pada blog atau situs lain yang bukan milik kita. Biasanya karena kita bergabung ke sebuah komunitas atau kita tidak punya sarana untuk ngeblog.</li>
<li><strong>Interview Blogging</strong>: Posting berupa hasil interview terhadap seseorang. Dipublish dalam bentuk text (transkrip), audio,  atau video. Relatif sulit, tapi biasanya popularitasnya cukup tinggi. Boleh dilakukan lebih dari lima kali sepekan.</li>
<li><strong>Event Blogging</strong>: Posting berupa kesan, opini dan pemikiran tentang suatu event (seminar, conference, konser, etc) yang kita ikuti ataupun tidak. Popularitasnya tinggi bila banyak pembaca kita yang berhubungan dengan event yang kita postingkan</li>
<li><strong>Live Blogging</strong>: Posting apa yang saat ini  sedang terjadi secara realtime. Biasanya blogger menggunakan peralatan mobile dan pembaca mengikuti melalui RSS (sindikasi). Beberapa blogger sekarang menggunakan facebook dan twitter untuk live blogging. Termasuk yang popularitasnya tinggi, tapi harus hati-hati dalam editing artikel karena tingkat kesalahan menulis pada live blogging cukup tinggi (terbatasnya waktu).</li>
<li><strong>Classified Blogging</strong>: Adanya kebutuhan terhadap suatu produk atau layanan. Posting berupa pembukaan lowongan atau pernyataan pencarian suatu produk atau layanan yang kita inginkan untuk dibeli atau dijual. Mudah sekali dilakukan dan sebaiknya tidak sering kita lakukan</li>
</ol>
<p>Demikian 20 gaya posting blog yang kita bisa gunakan untuk memperkaya konten blog kita. Blogger juga manusia yang merasakan letih, penat dan bosan. Selalu berorientasi <em>Insight Blogging</em> adalah baik, tapi bukan berarti ketika kondisi kita sedang tidak ada ide, terus blogging jadi terhenti. Kombinasikan dengan <em>Photo Blogging</em>, <em>List Blogging, </em><em>Live Blogging</em>, etc bila keadaan memungkinkan. Itu akan membuat blog kita tidak membosankan, dan yang pasti kita tetap tidak kehilangan karakter kita dalam ngeblog.</p>
<p>Tetap dalam perdjoeangan!</p>
<p>sumber : http://romisatriawahono.net/2010/03/08/20-gaya-posting-blog/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliimut.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliimut.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliimut.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliimut.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliimut.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliimut.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliimut.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliimut.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliimut.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliimut.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliimut.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliimut.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliimut.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliimut.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=48&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/27/20-gaya-posting-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0caf1245d97af5df800ed4513e6fb5ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliimut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2010/03/blogstyle-300x146.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">blogstyle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memilih Sistem e-Learning Berbasis Open Source</title>
		<link>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/memilih-sistem-e-learning-berbasis-open-source/</link>
		<comments>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/memilih-sistem-e-learning-berbasis-open-source/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 12:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliimut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Saya]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[soft skill]]></category>
		<category><![CDATA[Softskill]]></category>
		<category><![CDATA[World Friend Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliimut.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berpusing-pusing ria dengan definisi dan terminologi e-Learning, kali ini kita akan membahas komponen e-Learning terutama berhubungan dengan pengembangan sistem Learning Management System (LMS). Sering disebut LMS ini disebut dengan dengan platform e-Learning atau Learning Content Management System (LCMS). Intinya LMS adalah aplikasi yang mengotomasi dan mem-virtualisasi proses belajar mengajar secara elektronik. Memilih LMS jujur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=45&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="lms.gif" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/lms.gif" alt="lms.gif" hspace="10" width="173" height="147" align="left" />Setelah berpusing-pusing ria dengan <a href="http://romisatriawahono.net/2008/01/23/meluruskan-salah-kaprah-tentang-e-learning/" target="_blank">definisi dan terminologi e-Learning</a>, kali ini kita akan membahas komponen e-Learning terutama berhubungan dengan pengembangan sistem <em>Learning Management System (LMS)</em>. Sering disebut LMS ini disebut dengan dengan <em>platform e-Learning</em> atau <em>Learning Content Management System (LCMS)</em>. Intinya LMS adalah aplikasi yang mengotomasi dan mem-virtualisasi proses belajar mengajar secara elektronik. Memilih LMS jujur saja gampang-gampang susah, karena banyak faktor yang harus kita perhatikan. Kita bahas yuk gimana teknik memilih LMS yang baik, tentunya yang berbasis open source <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p>LMS secara umum memiliki fitur-fitur standard pembelajaran elektronik antara lain:</p>
<ol>
<li><strong>Fitur Kelengkapan Belajar Mengajar</strong>: Daftar Mata Kuliah dan Kategorinya, Silabus Mata Kuliah, Materi Kuliah (Berbasis Text atau Multimedia), Daftar Referensi atau Bahan Bacaan</li>
<li><strong>Fitur Diskusi dan Komunikasi</strong>: Forum Diskusi atau Mailing List, Instant Messenger untuk Komunikasi Realtime, Papan Pengumuman, Porfil dan Kontak Instruktur, File and Directory Sharing</li>
<li><strong>Fitur Ujian dan Penugasan</strong>: Ujian Online (Exam), Tugas Mandiri (Assignment), Rapor dan Penilaian</li>
</ol>
<p><strong>LMS PROPRIETARY DAN OPEN SOURCE</strong></p>
<p>Ok lha terus LMS ini dapatnya dari mana? Instalasinya seperti apa? Dan apakah gratis atau berbayar?</p>
<p>Sabar <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /> Seperti juga aplikasi lainnya, LMS ada yang bersifat proprietary software dan ada yang open source. Yang proprietary diantaranya adalah seperti di bawah. Meskipun saya yakin teman-teman sekalian nggak nafsu untuk gunakan <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<ul>
<li>Saba Software (<a href="http://www.saba.com/">http://www.saba.com</a>)</li>
<li>Apex Learning (<a href="http://www.apexlearning.com/">http://www.apexlearning.com</a>)</li>
<li>Blackboard (<a href="http://www.blackboard.com/">http://www.blackboard.com</a>)</li>
<li>IntraLearn (<a href="http://intralearn.com/">http://intralearn.com</a>)</li>
<li>SAP Enterprise Learning (<a href="http://www.sap.com/solutions/business-suite/erp/hcm/learningsolution/index.epx">http://www.sap.com/solutions/business-suite/erp/hcm/learningsolution/index.epx</a>)</li>
</ul>
<p>Sedangkan LMS yang open source diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li>ATutor (<a href="http://www.atutor.ca/">http://www.atutor.ca</a>)</li>
<li>Dokeos (<a href="http://www.dokeos.com/">http://www.dokeos.com</a>)</li>
<li>dotLRN (<a href="http://dotlrn.org/">http://dotlrn.org</a>)</li>
<li>Freestyle Learning (<a href="http://www.freestyle-learning.de/">http://www.freestyle-learning.de</a>)</li>
<li>ILIAS (<a href="http://www.ilias.uni-koeln.de/">http://www.ilias.uni-koeln.de</a>)</li>
<li>LON-CAPA (<a href="http://www.lon-capa.org/">http://www.lon-capa.org</a>)</li>
<li>Moodle (<a href="http://moodle.org/">http://moodle.org</a>)</li>
<li>OpenACS (<a href="http://openacs.org/">http://openacs.org</a>)</li>
<li>OpenUSS (<a href="http://openuss.sourceforge.net/openuss">http://openuss.sourceforge.net/openuss</a>)</li>
<li>Sakai (<a href="http://www.sakaiproject.org/">http://www.sakaiproject.org</a>)</li>
<li>Spaghetti Learning (<a href="http://www.spaghettilearning.com/">http://www.spaghettilearning.com/</a>)</li>
</ul>
<p><strong>PILIH LMS YANG MANA?</strong></p>
<p>Ok banyak banget daftar aplikasi LMS-nya <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /> Harus pilih yang mana nih? Pada hakekatnya pemilihan LMS disesuaikan dengan kebutuhan dan business process yang ada di sekolah dan universitas masing-masing. Yang fiturnya terlalu sederhana mungkin nggak pas untuk sekolah dan universitas yang ingin menerapkan e-Learning secara penuh. Di lain pihak LMS yang kompleks dan fiturnya banyak belum tentu sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Beberapa sekolah dan universitas bahkan ada yang tercukupi hanya dengan menggunakan CMS blog semacam wordpress <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /> Sekali lagi jangan mengejar teknologi, kejarlah solusi untuk memecahkan masalah yang ada.</p>
<p>Menarik mempelajari hasil penelitian dari Sabine Graf dan Beate List [Graf, 2005] yang dibiayai oleh <em>European Social Fund (ESF)</em> tentang evaluasi dan komparasi LMS berbasis open source. Graf menggunakan satu metode evaluasi produk software bernama <strong>QWS (Qualitative Weight and Sum)</strong>. QWS menghitung bobot (weight) menggunakan enam simbol kualitatif berdasarkan tingkat kepentingannya (importance level). Simbol-simbol kalau diurutkan dari yang paling penting: <strong>E (Essential), * (Extremely Valuable), # (Very Valuable), + (Valuable), | (Marginally Valuable), 0 (Not Valuable)</strong>. QWS memungkinkan kita menetapkan maximum value sendiri, jadi tidak harus “E (Essential)” yang paling tinggi, bisa juga “# (Very Valuable)” misalnya. Sistem pengukuran kualitas software seperti Graf ini adalah berdasarkan “<em>Product</em>” dan bukan “<em>Process</em>“. Oh ya, saya juga pernah membahas masalah pengukuran kualitas software secara lengkap di artikel berjudul “<a href="http://romisatriawahono.net/2006/06/05/teknik-pengukuran-kualitas-perangkat-lunak/" target="_blank">Teknik Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak</a>“</p>
<p>Bagian apa saja yang dievaluasi oleh Graf? Ada 8 kategori yang dievaluasi yaitu: <strong>Communication Tools, Learning Objects, Management of User Data, Usability, Adaptation, Tehnical Aspect, Administration dan Course Management</strong>. Masing-masing kategori memiliki subkategori, misalnya di Communication Tools akan dilihat fitur Forum, Char, Mail/Message, Announcements, Conferences, Collaboration, dan Synchronous/Asynchronous Tools. Subkategori lain bisa dilihat dari gambar di bawah.</p>
<p>Ok bagaimana hasilnya? Lengkapnya di gambar dibawah (klik untuk memperbesar). Secara umum Moodle boleh dikatakan merajai kompetisi ini, unggul terutama di kategori Communication Tools, Learning Objects, Management of User Data, Usability, dan Adaptation. ILIAS dan Dokeos di urutan kedua dan ketiga, sedangkan urutan keempat adalah Atutor, LON-CAPA, Spaghettilearning dan Open USS. Sakai dan dotLRN ada di posisi terakhir.</p>
<p><a title="komparasilms-besar.gif" href="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/komparasilms-besar.gif"><img src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/komparasilms-besar.thumbnail.gif" border="0" alt="komparasilms-besar.gif" width="257" height="118" /><br />
<em>Komparasi dan Evaluasi LMS Open Source (Source: [Graf, 2005])</em></a></p>
<p>Harus diakui bahwa Moodle termasuk yang terbaik secara kelengkapan fitur dibandingkan dengan software LMS lain. Tercatat lebih dari tiga puluh ribu institusi pendidikan menggunakan Moodle sebagai engine dasar LMS mereka. Termasuk sebagian besar Sekolah dan Universitas di Indonesia menggunakan Moodle. Salah satu yang menarik di Moodle adalah proses customization yang relatif tidak merepotkan, bahkan meskipun kita tidak memahami skill pemrograman dengan baik. Template dan theme yang disediakan Moodle juga banyak, dan mendukung 40 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Fitur “Lesson” Moodle juga menarik dan tidak ada di LMS lain. Fitur “Lesson” ini memungkinkan mengarahkan siswa dan peserta e-Learning diarahkan secara otomatis ke halaman lain sesuai dengan jawaban dari pertanyaan di suatu halaman. Salah satu kendala Moodle adalah penuhnya fitur yang diembed ke Moodle membuat<em> time execution</em>nya jadi tinggi, alias sangat berat dijalankan <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /> Kendala kecil lainnya misalnya error blank screen pada saat instalasi seperti yang pernah saya tulis <a href="http://romisatriawahono.net/2007/11/19/solusi-masalah-blank-page-pada-instalasi-moodle/" target="_blank">di artikel ini</a>.</p>
<p>Untuk keperluan e-Learning yang high traffic dan tidak memerlukan fitur e-Learning yang kompleks, saya merekomendasikan LMS lain seperti ILIAS, Dokeos atau Atutor. Saya menggunakan Atutor untuk <a href="http://braintutor.brainmatics.com/" target="_blank">e-Learning Braintutor</a> dan terbukti handal mengelola puluhan ribu user dengan tingkat akses yang sangat tinggi. Atutor juga menarik diterapkan ke e-Learning perusahaan yang lebih mementingkan efisiensi pengaksesan LMS, user-friendly dan pemahaman terhadap bahan ajar daripada fitur chat, forum, tracking pengguna, dsb. Atutor jg termasuk pioneer dalam mengadopsi berbagai standard e-Learning. Disamping mengadopsi standard W3C WCAG, secara pemaketan konten juga memenuhi standard IMS/SCORM Content Packaging Specifications. Sebagai informasi, saat ini Moodle juga sudah mengadopsi standard SCORM di enginenya.</p>
<p>Bagaimanapun juga pilihan akhir ada di kita, pertimbangkan kebutuhan dan kultur sekolah dan universitas kita, sebelum memutuskan LMS mana yang mau dipakai. Ujicoba dengan berbagai LMS menarik dilakukan untuk melihat mana yang menurut kita pas. Tidak semua e-Learning yang saya implementasikan untuk berbagai sekolah, universitas dan perusahaan menggunakan engine Moodle, tapi kadang juga Atutor, ILIAS, Dokeos dan bahkan dotLRN.</p>
<p><strong>STANDARISASI LMS<br />
</strong></p>
<p>Dengan semakin banyaknya vendor mengembangkan LMS beserta kontennya, timbul suatu kebutuhan untuk menyusun standard sehingga meningkatkan interoperabilitas dan kerjasama antar vendor. Perjalanan pembuatan standard dalam eLearning sebenarnya sudah dimulai sejak era tahun 1988, dan mulai terimplementasikan dengan baik di era tahun 2000 keatas. Beberapa organisasi dan konsorsium yang mengeluarkan standard dalam dunia eLearning adalah:</p>
<ul>
<li>Advanced Distributed Learning (ADL) (<a href="http://adlnet.org/">http://adlnet.org</a>)</li>
<li>Aviation Industry CBT Committee (AICC) (<a href="http://aicc.org/">http://aicc.org</a>)</li>
<li>IEEE Learning Technology Standards Committee (IEEE LTSC) (<a href="http://ltsc.ieee.org/">http://ltsc.ieee.org</a>)</li>
<li>IMS Global Consortium (IMS) (<a href="http://imsproject.org/">http://imsproject.org</a>)</li>
</ul>
<p>Salah satu standard yang diterima banyak pihak adalah yang dikeluarkan ADL, yaitu Shareable Content Object Reference Model (SCORM). Spesifikasi SCORM mengkombinasikan elemen-elemen dari spesifikasi standard yang dikeluarkan oleh IEEE, AICC dan IMS. SCORM memungkinkan pengembang dan penyedia konten eLearning lebih konsisten dan mudah dalam implementasi karena sifat SCORM yang reusable. Standard SCORM berkembang dari versi SCORM 1.0, SCORM 1.1, SCORM 1.2, SCORM 2004. Saat ini sudah banyak Learning Management System (LMS) yang mendukung SCORM, termasuk didalamnya adalah aTutor dan Moodle untuk yang opensource, dan intraLearn untuk produk komersial. Dengan SCORM memungkinkan kita melakukan import dan export konten (bahan ajar) yang sudah kita buat di sebuah LMS ke LMS lain dengan mudah.</p>
<p><strong>REFERENSI </strong></p>
<ol>
<li>Sabine Graf and Beate List, <em>An Evaluation of Open Source E-Learning Platforms Stressing Adaptation Issues</em>, 2005</li>
<li>http://romisatriawahono.net/2008/01/24/memilih-sistem-e-learning-berbasis-open-source/</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliimut.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliimut.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliimut.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliimut.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliimut.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliimut.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliimut.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliimut.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliimut.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliimut.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliimut.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliimut.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliimut.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliimut.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=45&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/memilih-sistem-e-learning-berbasis-open-source/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0caf1245d97af5df800ed4513e6fb5ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliimut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/lms.gif" medium="image">
			<media:title type="html">lms.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/komparasilms-besar.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">komparasilms-besar.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meluruskan Salah Kaprah Tentang e-Learning</title>
		<link>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/meluruskan-salah-kaprah-tentang-e-learning/</link>
		<comments>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/meluruskan-salah-kaprah-tentang-e-learning/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 12:25:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliimut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Saya]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Softskill]]></category>
		<category><![CDATA[World Friend Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliimut.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Ingin membangun e-Learning untuk sekolah kami, tapi kami tidak punya dana untuk membeli peralatan teleconference. Apa saja sih prasyarat sehingga bisa disebut sekolah kami telah menerapkan e-Learning? Mohon pencerahannya ya mas. Thanks. (Taufik, Purwokerto) Berbarengan dengan booming e-Learning di sekolah dan kampus, banyak pertanyaan senada meskipun dengan narasi berbeda yang masuk ke mailbox atau YM [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=43&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img title="e-learning.gif" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/e-learning.gif" alt="e-learning.gif" width="226" height="167" align="right" />Ingin membangun e-Learning untuk sekolah kami, tapi kami tidak punya dana untuk membeli peralatan teleconference. Apa saja sih prasyarat sehingga bisa disebut sekolah kami telah menerapkan e-Learning? Mohon pencerahannya ya mas. Thanks. (Taufik, Purwokerto)</em></p>
<p>Berbarengan dengan booming e-Learning di sekolah dan kampus, banyak pertanyaan senada meskipun dengan narasi berbeda yang masuk ke mailbox atau YM saya tentang implementasi e-Learning. Intinya menanyakan seperti apa sih yang disebut e-Learning itu dan apa saja komponen yang harus dilengkapi untuk implementasi e-Learning. Mari kita kupas bersama makhluk menarik bernama e-Learning ini.</p>
<p><strong>DEFINISI DAN KOMPONEN E-LEARNING</strong></p>
<p>Kita mulai dari definisi. Istilah e-Learning atau eLearning mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi eLearning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi yang cukup dapat diterima banyak pihak misalnya dari Darin E. Hartley [Hartley, 2001] yang menyatakan:</p>
<blockquote><p><em>eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.</em></p></blockquote>
<p>LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001] menyatakan suatu definisi yang lebih luas bahwa:</p>
<blockquote><p><em>eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.</em></p></blockquote>
<p>Definisi-definisi lain berserakan di buku-buku. Cara termudah dan tercepat melihat berbagai definisi e-Learning, ya lewat Google <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /> Coba deh <a href="http://www.google.com/search?hl=en&amp;q=define%3Ae-learning" target="_blank">klik di sini</a>. Untuk yang tertarik eksplorasi Google lebih jauh, jangan lupa untuk ikuti artikel saya tentang <a href="http://romisatriawahono.net/2008/01/21/teknik-pencarian-efektif-dengan-google/" target="_blank">teknik pencarian di Google</a>.</p>
<p><img title="definee-learning.gif" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/definee-learning.gif" alt="definee-learning.gif" align="top" /></p>
<p>Ok apa yang dapat kita simpulkan dari berbagai definisi diatas?</p>
<ol>
<li>
<div>Metode belajar mengajar baru yang menggunakan media jaringan komputer dan Internet</div>
</li>
<li>
<div>Tersampaikannya bahan ajar (konten) melalui media elektronik. Otomatis bentuk bahan ajar juga dalam bentuk elektronik (digital).</div>
</li>
<li>
<div>Adanya sistem dan aplikasi elektronik yang mendukung proses belajar mengajar</div>
</li>
</ol>
<p>Kesimpulan definisi diatas ini yang sering saya gunakan untuk membuat bagan komponen e-Learning. Dengan kata lain, komponen yang membentuk e-Learning adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Infrastruktur e-Learning</strong>: Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.</li>
<li><strong>Sistem dan Aplikasi e-Learning</strong>: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan <em>Learning Management System (LMS)</em>. LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas kita.</li>
<li><strong>Konten e-Learning</strong>: Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (<em>Learning Management System</em>). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk <em>Multimedia-based Content</em> (konten berbentuk multimedia interaktif) atau <em>Text-based Content</em> (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Depdiknas cukup aktif bergerak dengan membuat banyak <a href="http://romisatriawahono.net/2007/12/09/inilah-pemenang-lomba-multimedia-pembelajaran-2007/" target="_blank">kompetisi pembuatan multimedia pembelajaran</a>. Pustekkom juga mengembangkan <a href="http://e-dukasi.net/" target="_blank">e-dukasi.net</a> yang mem-free-kan multimedia pembelajaran untuk SMP, SMA dan SMK. Juga mari kita beri applaus ke pak Gatot (Biro PKLN) yang mulai memberikan insentif dan beasiswa untuk mahasiswa yang mengambil konsentrasi ke Game Technology yang arahnya untuk pendidikan. Ini langkah menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari sisi konten.</li>
</ol>
<p>Sedangkan <em>Actor</em> yang ada dalam pelaksanakan e-Learning boleh dikatakan sama dengan proses belajar mengajar konvensional, yaitu perlu adanya <strong>guru (instruktur)</strong> yang membimbing, <strong>siswa</strong> yang menerima bahan ajar dan <strong>administrator</strong> yang mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.</p>
<p><img title="komponen-elearning.gif" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/komponen-elearning.gif" alt="komponen-elearning.gif" align="top" /></p>
<p>Oh ya terminologi yang berhubungan dengan e-Learning sebenarnya banyak. Ada <em>online learning, software learning, multimedia learning, computer based learning</em>. Boleh dikatakan semua bisa diwakili oleh e-Learning, baik dalam perspektif umum (online learning, computer based learning) maupun dalam perspektif komponen e-Learning (multimedia learning sebagai komponen <strong>e-Learning content</strong> dan software learning sebagai komponen <strong>e-learning system</strong>).</p>
<p>Sedikit perlu kita garis bawahi untuk terminologi <strong>distance learning</strong>. Terminologi <em>distance learning</em> ini sejak dulu sudah ada, hanya dulu distribusi bahan ajar dan proses pembelajaran tidak menggunakan media elektronik, misalnya universitas terbuka yang dulu mengirimkan module pembelajaran lewat pos. Hanya, saat ini universitas yang menerapkan distance learning kebanyakan sudah menggunakan media elektronik untuk mendistribusikan bahan ajar dan proses belajar mengajar, dengan kata lain bisa saja <em>distance learning</em> masuk ke definisi e-Learning untuk kondisi ini. Tapi tidak menjadi masalah kalau <em>open university</em> yang ada di dunia ini tetap menggunakan term <em>distance learning</em>, karena mungkin sudah lebih lama dan terbiasa digunakan. Yang pasti secara kohesi terminologi, distance learning akan dekat dengan terminologi <em>open university</em> dan <em>synchronous learning</em>.</p>
<p><strong>METODE PENYAMPAIAN E-LEARNING</strong></p>
<p>Seperti kita lihat di atas, peralatan teleconference yang mahal itu posisinya ada di infrastruktur e-Learning (komponen pertama). Meskipun kalaupun tidak ada juga tidak masalah. Lho kok bisa? Ya karena peralatan teleconference akan mendukung e-Learning yang <em>Synchronous</em> tapi tidak untuk yang <em>Asynchronous</em>. Waduh apalagi nih?</p>
<p>Jadi metode penyampaian bahan ajar di e-Learning ada dua:</p>
<ol>
<li><strong><img title="synchronous-elearning.gif" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/synchronous-elearning.gif" alt="synchronous-elearning.gif" hspace="8" align="right" />Synchrounous e-Learning</strong>: <em>Guru dan siswa dalam kelas dan waktu yang sama meskipun secara tempat berbeda</em>. Nah peran teleconference ada di sini. Misalnya saya mahasiswa di Universitas Ujung Aspal mengikuti kuliah lewat teleconference dengan professor yang ada di Stanford University. Nah ini disebut dengan <em>Synchronous e-Learning</em>. Yang pasti perlu bandwidth besar dan biaya mahal. Jujur saja Indonesia belum siap di level ini, dalam sudut pandang kebutuhan maupun tingginya biaya. Tapi ada yang main hajar saja (tanpa study yang matang) mengimplementasikan synchronous e-Learning ini. Hasilnya peralatan teleconference yang sudah terlanjur dibeli mahal hanya digunakan untuk coffee morning, itupun 6 bulan sekali <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></li>
<li><strong><img title="asynchronous-elearning.gif" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/asynchronous-elearning.gif" alt="asynchronous-elearning.gif" hspace="8" align="right" />Asynchronous e-Learning</strong>: <em>Guru dan siswa dalam kelas yang sama (kelas virtual), meskipun dalam waktu dan tempat yang berbeda</em>. Nah disinilah diperlukan peranan sistem (aplikasi) e-Learning berupa Learning Management System dan content baik berbasis text atau multimedia. Sistem dan content tersedia dan online dalam 24 jam nonstop di Internet. Guru dan siswa bisa melakukan proses belajar mengajar dimanapun dan kapanpun. Tahapan implementasi e-Learning yang umum, <em>Asynchronous e-Learning</em> dimatangkan terlebih dahulu dan kemudian dikembangkan ke <em>Synchronous e-Learning</em> ketika kebutuhan itu datang.</li>
</ol>
<p><strong>STRATEGI IMPLEMENTASI DAN KEGAGALAN E-LEARNING</strong></p>
<p>Kalau ditanya tentang strategi implementasi e-Learning, saya pikir ini parameternya terlalu banyak, tergantung kebutuhan, kultur institusi, ketersediaan dana dan berbagai faktor lain. <a href="http://ilmukomputer.com/" target="_blank">IlmuKomputer.Com</a> menerapkan strategi seperti apa yang saya tulis di artikel tentang <a href="http://romisatriawahono.net/2007/10/03/penerapan-e-learning-dengan-model-motivasi-komunitas/" target="_blank">model motivasi komunitas</a> (Romi, 2007). Usulan saya sebagai konsultan e-Learning di beberapa perusahaan dan universitas tentang implementasi e-Learning biasanya berupa:</p>
<ul>
<li>
<div>e-Learning harus didesain utk dapat memberikan nilai tambah secara formal (karier, insentif, dsb) dan nonformal (ilmu, skill teknis, dsb) untuk pengguna (pembelajar, instruktur, admin)</div>
</li>
<li>
<div>Pada masa sosialisasi terapkan blended eLearning untuk melatih <em>behavior</em> pengguna dalam e-life style (tidak langsung full e-Learning)</div>
</li>
<li>
<div>Project eLearning adalah <em>institution initiative</em> dan bukan hanya <em>IT or HRD initiative</em></div>
</li>
<li>
<div>Jadikan pengguna sebagai peran utama (dukung aktualisasi diri pengguna), tidak hanya object semata</div>
</li>
</ul>
<p>Perlu kita catat bersama bahwa kegagalan implementasi e-Learning kebanyakan bukan karena masalah tools, software atau infrastruktur. Tapi kebanyakan karena <em>human factor</em>, karena beratnya perubahan kultur kerja dan karena tidak adanya kemauan untuk <em>knowledge sharing</em>.</p>
<p>Dari sebuah studi tahun 2000 yang dilakukan oleh <em>Forrester Group</em> kepada 40 perusahaan besar menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja (lebih dari 68%) menolak untuk mengikuti pelatihan yang menggunakan konsep e-Learning. Ketika e-Learning itu diwajibkan kepada mereka 30% menolak untuk mengikuti [Dublin, 2003]. Sedangkan studi lain mengindikasikan bahwa dari orang-orang yang mendaftar untuk mengikuti e-Learning, 50-80% tidak pernah menyelesaikannya sampai akhir [Delio, 2000].</p>
<p>Paling tidak itu dulu, kita akan lanjutkan pembahasan kita dengan membangun sistem e-Learning dan pemilihan <em>Learning Management System (LMS)</em>. Ikuti terus seri artikel ini <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p><strong>REFERENSI:</strong></p>
<ol>
<li>
<div><em>Glossary of e-Learning Terms</em>, LearnFrame.Com, 2001</div>
</li>
<li>
<div>Darin E. Hartley, <em>Selling e-Learning</em>, American Society for Training and Development, 2001</div>
</li>
<li>
<div>Dublin, L. and Cross, J., <em>Implementing eLearning: Getting the Most from Your Elearning Investment</em>, the ASTD International Conference, May 2003.</div>
</li>
<li>
<div>Michelle Delio, <em>Report: Online Training ‘Boring’</em>, Wired News, located at <a href="http://www.wired.com/news/business/0,1367,38504,00.html">www.wired.com/news/business/0,1367,38504,00.html</a></div>
</li>
<li>
<div>Romi Satria Wahono, <em>Sistem eLearning Berbasis Model Motivasi Komunitas</em>, Jurnal Teknodik No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007, Agustus 2007</div>
</li>
<li>http://romisatriawahono.net/2008/01/23/meluruskan-salah-kaprah-tentang-e-learning/</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliimut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliimut.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliimut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliimut.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliimut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliimut.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliimut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliimut.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliimut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliimut.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliimut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliimut.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliimut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliimut.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=43&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/meluruskan-salah-kaprah-tentang-e-learning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0caf1245d97af5df800ed4513e6fb5ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliimut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/e-learning.gif" medium="image">
			<media:title type="html">e-learning.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/definee-learning.gif" medium="image">
			<media:title type="html">definee-learning.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/komponen-elearning.gif" medium="image">
			<media:title type="html">komponen-elearning.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/synchronous-elearning.gif" medium="image">
			<media:title type="html">synchronous-elearning.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/01/asynchronous-elearning.gif" medium="image">
			<media:title type="html">asynchronous-elearning.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penerapan e-Learning dengan Model Motivasi Komunitas</title>
		<link>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/penerapan-e-learning-dengan-model-motivasi-komunitas/</link>
		<comments>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/penerapan-e-learning-dengan-model-motivasi-komunitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 12:23:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliimut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Saya]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Softskill]]></category>
		<category><![CDATA[World Friend Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliimut.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama Model Motivasi Komunitas alias Community Motivation Model. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada Diklat Peneliti LIPI tahun 2006. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=41&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="teknodik.gif" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2007/10/teknodik.gif" alt="teknodik.gif" hspace="5" align="right" />Ceritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama <strong>Model Motivasi Komunitas</strong> alias <strong>Community Motivation Model</strong>. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada <a href="http://romisatriawahono.net/2006/08/07/diklat-peneliti-siapa-takut/" target="_blank">Diklat Peneliti LIPI tahun 2006</a>. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh <a href="http://www.pustekkom.go.id/" target="_blank">Pustekkom</a>, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /> ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada juga cuman sedikit dibaca orang di jurnal teknodik, saya share sekalian di blog ini …</p>
<p>Paper saya susun dalam bentuk standard penelitian ilmiah, yaitu pendahuluan, metodologi penelitian, proposed model (model motivasi komunitas), hasil dan pembahasan, dan terakhir penutup. BTW, saya sedang membuat satu tulisan lagi tentang teknik dan metode penelitian untuk skripsi, dan saya akan jadikan penelitian ini sebagai contoh penelitian. Hanya mungkin perlu saya perbaiki format penulisan paper (makalahnya) menjadi format skripsi. Ok mohon sabar menunggu untuk artikel yang satu ini <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p>Kembali ke tulisan di jurnal, saya mengambil latar belakang adanya masalah di dunia penerapan e-Learning. Menurut sebuah studi tahun 2000 yang dilakukan oleh Forrester Group kepada 40 perusahaan besar di Amerika menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja (lebih dari 68%) menolak untuk mengikuti pelatihan atau kursus yang menggunakan konsep eLearning. Ketika eLearning itu diwajibkan kepada mereka, 30% menolak untuk mengikutinya [Dublin &amp; Cross, 2003]. Sedangkan studi lain mengindikasikan bahwa dari orang-orang yang mendaftar untuk mengikuti eLearning, 50-80% tidak pernah menyelesaikannya sampai akhir [Delio, 2000].</p>
<p>Nah dari sini, saya approach dengan Model Motivasi Komunitas yang saya buat. Model inilah yang sebenarnya dulu saya terapkan untuk IlmuKomputer.Com dan juga di e-Learning lain. Saya analisa data-data dari hasil pengujian modelnya. Saya uji dan buktikan apakah relasi-relasi antar <strong>Konsep</strong> atau <strong>Subkonsep</strong> di Model Motivasi Komunitas tersebut terbukti. Jangan lupa melihat bagian Metodologi Penelitian di makalah untuk menelusuri tahapan penelitian yang saya lakukan. Nah hasil analisanya sendiri secara lengkap ada di bagian Hasil dan Pembahasan. Sebenarnya yang saya lakukan sangat sederhana, disamping variable yang saya uji juga tidak terlalu banyak, tapi paling tidak proses dan tahapan penelitian ilmiahnya tergambar secara jelas. Ini mungkin yang menjadi faktor utama para reviewer di Diklat Peneliti LIPI memberi grade bagus <img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p>http://romisatriawahono.net/2007/10/03/penerapan-e-learning-dengan-model-motivasi-komunitas/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliimut.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=41&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/penerapan-e-learning-dengan-model-motivasi-komunitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0caf1245d97af5df800ed4513e6fb5ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliimut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2007/10/teknodik.gif" medium="image">
			<media:title type="html">teknodik.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trik Menjadikan Web</title>
		<link>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/trik-menjadikan-web/</link>
		<comments>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/trik-menjadikan-web/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 12:09:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliimut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Saya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliimut.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[“Mudahnya membuat web seperti membuat mie instant”. Sebuah ungkapan realitis untuk saat ini. Tetapi kemudahan dalam mempublish sebuah web ternyata sebanding dengan mudahnya  web-web tersebut mati. Semangat membaja ketika membuat web yang tidak diikuti dengan visi yang kuat dan konsistensi dalam memeliharanya hanya akan berujung kepada bertambahnya jumlah kematian-kematian web yang ada. Data yang dirilis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=39&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Mudahnya membuat web seperti membuat mie instant”. Sebuah ungkapan realitis untuk saat ini. Tetapi kemudahan dalam mempublish sebuah web ternyata sebanding dengan mudahnya  web-web tersebut mati. Semangat membaja ketika membuat web yang tidak diikuti dengan visi yang kuat dan konsistensi dalam memeliharanya hanya akan berujung kepada bertambahnya jumlah kematian-kematian web yang ada.</p>
<p>Data yang dirilis oleh ICANN (<em>Internet Corporation for Assigned Names and Numbers</em>) yang dimuat di icannwiki.org menyebutkan ada 113.598.516 web dengan alamat .COM, NET, ORG,INFO, BIZ dan US saat ini. Tetapi di saat itu pula ada 374.626.983 web yang dihapus dari dunia maya karena telah mati atau sebab lain. Dan tragisnya ada 446.308 web yang tidak hidup dan enggan mati (<em>On-Hold</em>).</p>
<p><a href="http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2010/02/tabel-seo.jpg"><img src="http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2010/02/tabel-seo.jpg" alt="" width="454" height="318" /></a></p>
<p>Salah satu sebab kenapa web itu mati adalah ketidak mampuan para webmaster untuk menampilkan web-web yang sedang mereka kelola masuk dalam ranking bagus pencarian web. Ini hampir seperti lomba, bayangkan jika sobat membuat sebuah web diantara ratusan juta web. Jika sobat tidak memperhatikan tips agar alamat sobat muncul di google/yahoo atau tidak dapat dengan mudah ditemukan oleh orang lain. Maka ‘tenggelamnya’ web tinggal menunggu waktu saja. Apalagi visi dan tujuan web terlalu umum seperti shopping online, blog, majalah dsb maka ketika semangat telah turun, statistik pengunjung tidak jelas, bahan update habis, kreativitas hilang dan kesibukan lain sedang menyita so monumen web sudah siap menunggu.</p>
<h1>SEO (Search Engine Optimation)</h1>
<p>SEO adalah cara optimasi website agar bisa ditampilkan di halaman utama pada sebuah situs pncarian. Intinya adalah apabila seseorang mengetikkan kata pencarian pada kotak search engine seperti di Google, Yahoo, maupun MSN maka alamat web kita bisa muncul di halaman pertama pencarian sesuai dengan kriteria kata kunci yang dicari user tersebut.</p>
<p><a href="http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2010/02/percikaniman-org.jpg"><img src="http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2010/02/percikaniman-org-300x164.jpg" alt="" width="300" height="164" /></a></p>
<p>Gbr. Pencarian dengan kata ‘tanya jawab islam’ menghasilkan web percikaniman.org di ranking atas diantara 3,3 juta web dengan topik kata kunci yang sama.</p>
<p>Jika tujuan SEO terpenuhi, tentunya visi misi dari web tersebut akan mudah tercapai. Otomatis statistik pengunjung meningkat, interaksi dan transaksi bertambah dan kepopuleran web lebih cepat. Ini semua akan memberikan suntikan motivasi untuk lebih semangat dan kreatif dalam mengelola sebuah web untuk memuaskan semua user yang mengaksesnya. Tips dan trik SEO meliputi beberapa hal yakni :</p>
<h1>1.     Content adalah utama</h1>
<p>Hal ini sudah menjadi keharusan! karena kalau web kita tidak sering di update otomatis membuat orang malas mengunjungi kembali web kita. Apalagi jika kita ingin web kita  berumur  panjang  dengan pengunjung  yang  selalu banyak, maka updatelah isinya.</p>
<p>Isilah tag-tag kata kunci dengan kata-kata sesuai dengan keyword sehingga mudah ditemukan.</p>
<p>Apa hubungannya update  dengan  peringkat kita di google atau search engine yang lain ? Hubungannya adalah, ketika web kita sering di update maka akan mengundang orang mengunjungi web kita, jika web kita banyak pengunjung maka juga akan meningkatkan posisi web kita di search engine.</p>
<h1>2.     Back Link dan kualitas</h1>
<p>Back link ini merupakan link website milik kita yang ditampilkan pada website orang lain. Kualitas back link ini bisa mempengaruhi page rank (<em>rangking</em>) website. Semakin tinggi <em>page rank</em> maka <em>search engine</em> menilai website kita memuat <em>content</em> (isi) website yang ‘berkualitas’ untuk ditampilkan pada hasil pencarian. Kualitas back link ini berasal dari website yang menaruh link ke website kita. Cara lain adalah rajin memberikan komentar di web/blog lain dengan mencantumkan alamat web kita disana. Selain itu juga dengan mendaftarkan tulisan ke<em> social bookmarking</em> seperti : www.digg.com, www.del.icio.us, <a href="http://www.blogcatalog.com/">www.blogcatalog.com</a>, www.dignow.org, www.simpy.com</p>
<h1>3.     Alamat Domain yang sejalan</h1>
<p>Dalam pemilihan nama alamat domain pertama kali, usahakan agar mengandung unsur keyword (kata kunci pencarian) dari visi misi web kita. Alamat www.tokobukumu.com lebih cocok dari pada www.murahmeriah.com untuk sebuah web shopping online toko buku karena kata toko dan buku bisa lebih mudah dan cocok ditemukan oleh calon pengunjung.</p>
<h1>4.     Membuat  Tag Title dan Meta tags</h1>
<p>Ada banyak Meta/Header Tags yang ditulis diantara  tag &lt;head&gt;…&lt;./head&gt;  diantaranya adalah :</p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Tag  title.</strong> Tag  title  akan  ditampilkan  di  pojok  kiri  atas  suatu  browser.  Isi  title  ini  dengan kalimat  yang  ada  kata-kata  keywordnya.  Pembuatnya  title  ini  sangat diperhatikan  oleh  search engine.  Jangan membuat  tag  suatu halaman web anda  sama dengan halaman web  anda di halaman lain. Search engine terutama google dapat mengenali duplicate tag. Contoh :</li>
</ol>
<p>&lt;title&gt;Selamat Tinggal ke-Syirikan | Tahun baru 1431H &lt;/title&gt;</p>
<p>&lt;meta name=”Title” content=” Selamat Tinggal ke-Syirikan | Tahun baru 1431H” /&gt;</p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Tag description.</strong> Berisi deskripsi web anda, usahakan ada keyword yang diinginkan.  Jangan terlalu pendek contentnya Contoh :</li>
</ol>
<p>&lt;meta name=”description” content=” Kesyirikan ketika menyambut tahun hijriyah hanya akan membawa bencana dan menunjukkan ketidak fahaman terhadap agama” /&gt;</p>
<ol>
<li><strong>3. </strong><strong>Tag keywords.</strong> Berisi keyword yang anda inginkan. Contoh :</li>
</ol>
<p>&lt;meta  name=”keywords” content=”syirik,islam,tahun,baru,hijriyah,dosa,besar,artikel”/&gt;</p>
<ol>
<li><strong>4. </strong><strong> Tag robots.</strong> Tag ini untuk memberitahukan ke crawl agar melakukan pengindexan atau tidak. Karena ada beberapa web yang sengaja  tidak ingin diketahui. Tentu dalam hal ini kita mengijinkan untuk mengindex-nya. Contoh :</li>
</ol>
<p>&lt;meta name=”robots” content=”index, follow” /&gt;</p>
<p>&lt;meta name=”googlebot” content=”index,follow” /&gt;</p>
<p>&lt;meta name=”msnbot” content=”index,follow” /&gt;</p>
<p>Program robot dipunyai semua <em>search engine</em> untuk melakukan penjelajahan 24 jam.</p>
<ol>
<li><strong>5. </strong><strong> Tag  alternate.</strong> Format lain cara publikasi seperti RSS. Contoh :</li>
</ol>
<p>&lt;link rel=”alternate”   title=”Selamat Tinggal Kesyirikan ”</p>
<p>href=”http://www.percikaniman.org/selamat-tinggal-kesyirikan/rss_articles/” /&gt;</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>6. </strong><strong> Tag author dan Copyright. </strong>Contoh :<strong> </strong></li>
</ol>
<p>&lt;meta name=”author” content=”homepi percikan iman” /&gt;</p>
<p>&lt;meta name=”copyright” content=”2009 www.percikaniman.org” /&gt;</p>
<h1>5.     Sitemaps sebagai peta dan daftar isi otomatis</h1>
<p>Adalah halaman yang menampilkan peta link pada website, <em>sitemaps</em> memudahkan <em>spider</em> dari search engine untuk menelusuri isi website dan mengupdate setiap perubahan yang terjadi di website pada database search engine. Untuk membuat sitemaps kita bisa menggunakan http://www.xml-sitemaps.com/ atau yang lainnya</p>
<h1>6.     Natural Listing</h1>
<p>Natural Listing adalah kita mendaftarkan website pada search engine untuk diindex dalam database search engine tersebut agar bisa ditampilkan pada hasil pencarian melalui search engine tersebut. Dalam melakukan natural listing, ada beberapa search engine utama yang perlu didaftarkan antara lain:</p>
<ul>
<li>Google http://www.google.com/addurl</li>
<li>Yahoo http://search.yahoo.com/info/submit.html</li>
<li>MSN http://beta.search.msn.com/docs/submit.aspx</li>
<li>Dmoz http://www.dmoz.org/add.html</li>
</ul>
<p>Atau menggunakan jasa pendaftaran website / “URL Submission” seperti:</p>
<ul>
<li>http://www.submitexpress.com/submit.html\</li>
<li>http://www.addme.com</li>
<li>http://www.addpro.com</li>
<li>http://www.freewebsubmission .com</li>
</ul>
<p>Semoga dengan memahami SEO maka web yang sedang kita kelola lebih cepat populer dan tujuan yang kita sasar lebih cepat tercapai. Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliimut.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliimut.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliimut.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliimut.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliimut.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliimut.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliimut.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliimut.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliimut.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliimut.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliimut.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliimut.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliimut.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliimut.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=39&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/trik-menjadikan-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0caf1245d97af5df800ed4513e6fb5ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliimut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2010/02/tabel-seo.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2010/02/percikaniman-org-300x164.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Search Engine Optimization (SEO)</title>
		<link>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/search-engine-optimization-seo/</link>
		<comments>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/search-engine-optimization-seo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 12:06:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliimut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Saya]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Softskill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliimut.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini sebagian besar pelanggan untuk menemukan situs web mereka diperlukan oleh mesin pencari. Setiap hari beberapa jutaan pencarian yang tampil di internet di seluruh dunia. Kadang-kadang Anda mungkin bertanya-tanya tentang pencarian tersebut. Anda mungkin khawatir tentang bisnis Anda mungkin tidak tercantum dalam mesin pencari bahkan jika Anda memiliki informasi yang sangat baik atau bisnis. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=37&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini sebagian besar pelanggan untuk menemukan situs web mereka diperlukan oleh mesin pencari. Setiap hari beberapa jutaan pencarian yang tampil di internet di seluruh dunia. Kadang-kadang Anda mungkin bertanya-tanya tentang pencarian tersebut. Anda mungkin khawatir tentang bisnis Anda mungkin tidak tercantum dalam mesin pencari bahkan jika Anda memiliki informasi yang sangat baik atau bisnis. Mesin pencari juga akan meningkatkan persentase bisnis Anda tanpa investasi tambahan.  Proses mendapatkan website Anda ke bagian atas mesin pencari dikenal sebagai optimasi mesin pencari (SEO). SEO atau optimasi mesin pencari adalah aspek yang sangat penting untuk melakukan apapun bisnis online. Teknologi SEO juga disebut sebagai SEO Organik karena mendapatkan hasil dengan metode organik atau alami. SEO organik teknologi mengalami peningkatan drastis selama beberapa tahun terakhir. Mengetahui aspek lingkungan teknologi SEO yang baik dapat berarti perbedaan antara bisnis online gagal dan sukses luar biasa. Mesin pencari yang menggunakan teknologi organik untuk memasukkan situs web pada hasil pencarian. SEO (Search Engine Optimization) lingkungan teknologi telah terbukti sebagai teknik pemasaran yang efektif biaya. Organik jasa teknologi lingkungan SEO tidak memiliki biaya bagi kesatuan pada mesin pencari selain usaha karyawan. SEO Organik jasa Hijau India Logic Technologies (GLITS) memberikan jasa SEO Organik lingkungan di India dengan menggunakan kelas dunia teknologi optimasi search engine (SEO Teknologi) dengan biaya rendah.  Search Engine Optimization (SEO) teknologi jasa lingkungan adalah bidang yang sangat kompetitif pelayanan dan kebutuhan yang sangat kuat dan up to date fokus pada algoritma mesin pencari. Teknologi SEO Organik jasa perlu memiliki pengetahuan tentang kata kunci dan pengoperasian robot. The GLITS India Organik Teknologi SEO pakar telah menganalisis industri mesin pencari pemasaran dan menggunakan taktik SEO Organik kami terus menerus untuk memenuhi persyaratan dari klien kami. Di bidang jasa SEO tentatif Teknologi, langsung kami (Organik Teknologi SEO) metode lingkungan Teknologi mesin pencari optimasi telah memberikan hasil yang lebih konsisten.  Jasa teknologi SEO GLITS mengalami berbagai jenis SEO rencana untuk memenuhi persyaratan di lapangan kompetitif. Jasa teknologi SEO Green Logika India Technologies adalah layanan SEO organik terbukti dengan rencana seo multi nyaman dan biaya yang efektif untuk memuaskan semua jenis klien kami. Teknologi SEO kami ahli akan menganalisis situs web klien dan membiarkan mereka tahu kompetitif pada produk dan perkiraan waktu mengkonsumsi untuk mendapatkan posisi tinggi pada mesin pencari utama. Anda harus memutuskan rencana berdasarkan panduan ahli seo teknologi kami. Klik di sini untuk meminta daya saing situs web Anda untuk seo.  Lebih dari itu kami menyediakan layanan tambahan kepada klien selain layanan Organik SEO sebagai Jasa Internet Marketing, Web Desain dan pemasaran yang lebih digital dan solusi online. Internet Marketing Services termasuk bayar per-klik (PPC) kampanye periklanan, kampanye BPT, kampanye Afiliasi program, program Link bangunan, program pengiriman Direktori, internet café iklan kampanye langsung (Hanya di India) dan lebih online jasa pemasaran digital. Layanan Web desain mencakup, desain logo, desain situs web, desain web php, asp desain web, desain keranjang belanja web, mesin pencari web desain (SEO Web desain), desain grafis web dan banyak lagi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliimut.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliimut.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliimut.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliimut.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliimut.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliimut.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliimut.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliimut.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliimut.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliimut.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliimut.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliimut.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliimut.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliimut.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=37&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/25/search-engine-optimization-seo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0caf1245d97af5df800ed4513e6fb5ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliimut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Internet dan Minat Baca Tulis Kita</title>
		<link>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/24/internet-dan-minat-baca-tulis-kita/</link>
		<comments>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/24/internet-dan-minat-baca-tulis-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 03:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliimut</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Softskill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/24/internet-dan-minat-baca-tulis-kita/</guid>
		<description><![CDATA[vi.sualize.us vi.sualize.us Jujur. Setelah bergabung dengan situs kompasiana ini minat menulis saya jadi bergelora kembali. Saya jadi tertarik untuk mengikuti lomba-lomba yang ada atau yang di-link di situs ini. Sedikit demi sedikit, saya akan coba untuk mengasah kembali spirit menulis saya yang seperti tanaman layu, seperti hidup segan mati tak mau. Internet, dalam hal ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=36&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>vi.sualize.us</p>
<p>vi.sualize.us</p>
<p>Jujur. Setelah bergabung dengan situs kompasiana ini minat menulis saya jadi bergelora kembali. Saya jadi tertarik untuk mengikuti lomba-lomba yang ada atau yang di-link di situs ini. Sedikit demi sedikit, saya akan coba untuk mengasah kembali spirit menulis saya yang seperti tanaman layu, seperti hidup segan mati tak mau.<br />
Internet, dalam hal ini situs jejaring yang sedang naik daun, ternyata memberikan dampak positif yang luar biasa dalam hal baca tulis. Sekarang orang jadi terasah otaknya untuk mengisi status di facebook, di twitter, dan isian apapun itu, jelek atau baik, bermanfaat atau bermudharat, adalah hasil dari jerih payahnya dalam memutar pikiran.<br />
Selamat berkarya dan terus asah kemampuan menulis kita.<br />
Berrsemangaaat!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliimut.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliimut.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliimut.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliimut.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliimut.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliimut.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliimut.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliimut.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliimut.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliimut.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliimut.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliimut.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliimut.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliimut.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliimut.wordpress.com&amp;blog=10592067&amp;post=36&amp;subd=yuliimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliimut.wordpress.com/2010/04/24/internet-dan-minat-baca-tulis-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0caf1245d97af5df800ed4513e6fb5ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliimut</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
